Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Selamat Jalan Wahai Guru Kami


Bismillahirrohmaanirrohiim....

Sepekan sudah engkau pergi meninggalkan dunia wahai guru kami, Ust. H. Ahmad Muzzammil MF, Al-Hafizh. Keluarga besar Pesantren Al-Quran Nurul Hikmah Ciputat berduka karena kehilangan sosok guru yang kaya akan ilmu Al-Quran, sederhana dan bersahaja. Bukan hanya kami yang merasa kehilangan, seluruh murid yang pernah beliau ajarpun demikian. Karena melalui beliaulah kami belajar menghafal dan mencintai Al-Quran. Banyak sekali nasihat dan motivasi yang beliau berikan kepada kami, nasihat dan motivasi untuk terus dekat dengan Al-Quran, untuk menjadikan Al-Quran sebagai sahabat kami.



Semoga kami bisa mengikuti jejak dakwah beliau untuk mengamalkan dan mendakwahkan Al-Quran di tengah-tengah masyarakat, untuk menjadikan Al-Quran sahabat sejati kami, agar kami merasakan kehidupan yang mulia bersama Al-Quran. Aamiin yaa robbal 'alaamin. T___T


Selasa, 03 Januari 2012

Nasihat untuk Penghafal Al-Qur'an

Berkata Abdullah bin Mas'ud radhiallahu'anhu: "Adalah selayaknya bagi para penghafal Al-Quran terbedakan saat malamnya ketika manusia terlelap, tatkala siangnya ketika manusia berbuka, tatkala sedihnya ketika manusia bergembira, tatkala menangisnya ketika manusia tertawa, tatkala diamnya ketika manusia banyak bicara, dan dengan kekhusyuannya ketika manusia lalai."

Dari Al
-Hasan Bashri rahimahulloh: "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap Al-Quran sebagai kumpulan surat dari Rabb mereka, oleh karenanya mereka mentadabburinya di saat malam serta mengamalkannya di siang hari."

Dari Fudhoil bin `Iyadh rahimahulloh: "Pembawa (penghafal) Al-Quran adalah pembawa panji Islam, tidak selayaknya dia bergurau bersama orang-orang yang bergurau, tidak lupa bersama orang-orang yang lupa, serta tidak banyak cakap bersama orang-orang yang banyak cakap,
sebagai pemuliaan terhadap haqnya Al-Quran."  

Pertama dari apa-apa yang seharusnya bagi penghafal Quran adalah bertakwa kepada Allah dalam semua keadaan, bersikap waro' dalam makan, minum, pakaian, serta perilakunya, tanggap terhadap zaman dan kerusakan penduduk dunia. Maka dia memperingatkan mereka dalam beragama, menjaga lisan, terbedakan didalam bicaranya, sedikit dari berlebihan pada apa-apa yang tak bermanfaat, sangat takut akan lisannya lebih takut dari pada musuhnya, mawas diri dari hawa nafsu yang dapat membuat Allah murka, bergumul dengan Quran untuk mendidik jiwa yang dengannya cita-citanya adalah dapat paham terhadap apa-apa yang Allah kabarkan dari ketaatan dan menjauhi maksiat.
       

Bukanlah cita-citanya: Kapan aku mengkhatamkan surat ini? Cita-citanya adalah: Kapan aku merasa cukup hanya dengan Allah bukan selainnya? Kapan aku menjadi orang bertakwa? Kapan aku
 menjadi orang yang berbuat ihsan? Kapan aku menjadi orang yang bertawakkal? Kapan aku khusyu beribadah?, Kapan aku bertaubat dari dosa-sosa? Kapan aku bersyukur atas segala nikmat ini? Kapan aku paham dari apa yang aku baca?, kapan aku malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya? Kapan aku menyibukkan mataku dengan Quran? Kapan aku perbaiki kejelekan-kejelekan urusanku? Kapan aku mengoreksi diri? Kapan aku membekali diri untuk kehidupan setelah mati di akhirat kelak?         

Seorang mukmin yang berakal tatkala membaca Al-Quran maka Al-Quran itu bagaikan cermin di matanya sehingga dia bisa melihat apa yang bagus atau jelek dari perilakunya, maka apa-apa yang Allah peringatkan, dia merasa diperingatkan dan apa-apa yang Allah ancamkan dari siksa, dia merasa takut. Maka orang yang memiliki sifat seperti ini atau paling tidak dekat dengan sifat tersebut, maka Al-Quran akan menjadi saksi serta memberinya syafaat.

Semangat untuk terus menjaga apa yang Allah amanahkan padamu, wahai calon Hafizh/Hafizhah. Semoga Allah angkat derajat para penghafal FirmanNya yang ikhlas karenaNya.

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

Sabtu, 03 September 2011

"Sedekah" dalam Surat Cinta-Nya

Masih berkaitan dengan tulisan yang kemarin saya posting, tentang sedekah. Sedekah bukan hanya sekedar memberikan sebagian dari harta kita kepada orang yang berhak menerimanya. Namun harus juga disertai etika dalam bersedekah. Selain itu, berbagai jaminan dan pahala Allah janjikan kepada orang yang bersedekah karena sedekah merupakan perintah Allah.
Mau tahu bagaimana etika bersedekah serta jaminan dan pahala yang Allah janjikan kepada orang yang bersedekah?
Sok atuh disimak firman Allah di bawah ini….